Bearded vulture, hering berjanggut pemakan tulang yang unik di pegunungan dunia

Gambar
PR JATENG -  Di antara deretan burung pemangsa di dunia, Bearded Vulture atau Hering berjanggut menjadi salah satu yang paling unik. Burung besar ini justru dikenal lebih menyukai tulang dibandingkan daging segar, sebuah kebiasaan yang jarang dimiliki satwa lain. Penampakan Bearded Vulture kerap mencuri perhatian. Tubuh bagian atasnya didominasi warna gelap, sementara dada hingga kepala berwarna lebih terang. Ciri khas lainnya adalah jumbai bulu menyerupai janggut di bawah paruh, yang membuatnya tampak gagah sekaligus eksotis. Burung ini hidup di kawasan pegunungan Eropa, Asia, hingga Afrika. Dengan bentang sayap yang bisa mencapai hampir tiga meter, Bearded Vulture mampu melayang lama mengikuti arus udara di wilayah pegunungan terjal. Dalam unggahan video akun Facebook Porco Project, diperlihatkan bagaimana burung ini beraktivitas di alam liar. “Bearded Vulture adalah burung yang lebih suka memakan tulang daripada daging,” tulis Porco Project dalam keterangan videonya. Ber...

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Penjelasan Lengkap Mengenai Putusan Mahkamah Agung Nomor 1707 K/PID.SUS/2016

Putusan Mahkamah Agung Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 terkait kejahatan farmasi yang melibatkan terdakwa YONGKY SALIM merupakan sebuah kasus hukum yang menarik untuk dianalisis. Kasus ini mencerminkan proses peradilan yang berlangsung secara lengkap, mulai dari tingkat pengadilan pertama hingga tingkat kasasi. Dalam artikel ini, akan dijelaskan secara rinci mengenai jalannya proses hukum dalam kasus tersebut serta analisis putusan yang diberikan.

Proses Hukum yang Dilalui dalam Kasus Ini

Kasus YONGKY SALIM dimulai dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai pengadilan tingkat pertama. Di sini, terdakwa dihukum dengan vonis bersalah atas tindakan yang dilakukannya. Vonis ini kemudian menjadi dasar bagi pihak terdakwa maupun penuntut umum untuk mengajukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Meskipun upaya banding diajukan, Pengadilan Tinggi tetap mempertahankan putusan yang diberikan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Tidak berhenti sampai di situ, kedua belah pihak kembali menempuh upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Namun, Mahkamah Agung menolak seluruh permohonan kasasi yang diajukan. Hal ini menunjukkan bahwa putusan yang diberikan pada tingkat sebelumnya dinilai sah dan tidak memiliki kesalahan hukum yang signifikan.

Perkembangan Kasus dan Alasan Terdakwa Dihukum

Kasus ini bermula ketika petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan berbagai obat dan produk tradisional tanpa izin edar di Toko Obat Noval milik YONGKY SALIM. Tindakan ini dianggap melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Kesehatan, khususnya mengenai pengedaran sediaan farmasi tanpa izin serta praktik yang tidak sesuai dengan kompetensi dan kewenangan yang dipersyaratkan.

Dari temuan tersebut, YONGKY SALIM kemudian dijerat dengan pasal-pasal yang terkait dengan kejahatan farmasi. Putusan pengadilan menegaskan bahwa tindakan terdakwa telah melanggar hukum dan harus diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Contoh Jawaban untuk Soal Analisis Putusan

Berdasarkan telaah terhadap putusan Mahkamah Agung Nomor 1707 K/PID.SUS/2016, dapat disimpulkan bahwa perkara kejahatan farmasi yang melibatkan Yongky Salim telah melalui rangkaian proses hukum lengkap. Proses ini mencakup tahap-tahap seperti penyidikan, penuntutan, persidangan, dan upaya-upaya hukum seperti banding dan kasasi.

Pada setiap tahap, putusan yang diberikan oleh pengadilan tingkat pertama, tingkat banding, dan tingkat kasasi menunjukkan bahwa tindakan terdakwa dianggap melanggar hukum. Oleh karena itu, vonis yang diberikan dianggap sah dan tidak dapat dibantah lagi.

Pentingnya Pemahaman dalam Menyelesaikan Soal

Soal yang tersaji dalam artikel ini bertujuan untuk membantu pemahaman tentang proses hukum dalam kasus kejahatan farmasi. Jawaban yang diberikan bukanlah jawaban pasti, melainkan contoh yang dapat digunakan sebagai arahan dalam menyelesaikan soal secara mandiri.

Setiap orang tetap perlu mengembangkan pemikiran sendiri agar hasil akhirnya tetap orisinal dan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menyalin jawaban secara utuh tidak dianjurkan karena dapat menghambat proses belajar dan mengurangi nilai pemahaman yang seharusnya muncul dari pengerjaan soal secara mandiri.

Referensi untuk Download Putusan

Untuk mendapatkan versi lengkap dari putusan Mahkamah Agung Nomor 1707 K/PID.SUS/2016, Anda dapat mengunduhnya melalui tautan berikut:

https://drive.google.com/file/d/113ZB9u9nX7eC4KgYVZ5OilcVl2JHwtDM/view?usp=sharing

Dengan mengunduh putusan ini, Anda dapat melakukan analisis lebih lanjut dan memperdalam pemahaman tentang proses hukum yang berlaku dalam kasus kejahatan farmasi.

Kesimpulan

Kasus YONGKY SALIM memberikan gambaran jelas tentang bagaimana proses hukum berjalan dalam perkara kejahatan farmasi. Mulai dari penyidikan hingga putusan akhir di Mahkamah Agung, setiap tahap memiliki peran penting dalam menentukan kebenaran dan keadilan dalam penyelesaian kasus tersebut.

Dengan memahami proses hukum ini, kita dapat lebih bijak dalam menilai tindakan hukum yang dilakukan oleh lembaga peradilan dan menjaga kepercayaan terhadap sistem hukum yang berlaku di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025