Bearded vulture, hering berjanggut pemakan tulang yang unik di pegunungan dunia
Burung besar ini justru dikenal lebih menyukai tulang dibandingkan daging segar, sebuah kebiasaan yang jarang dimiliki satwa lain.
Penampakan Bearded Vulture kerap mencuri perhatian.
Tubuh bagian atasnya didominasi warna gelap, sementara dada hingga kepala berwarna lebih terang.
Ciri khas lainnya adalah jumbai bulu menyerupai janggut di bawah paruh, yang membuatnya tampak gagah sekaligus eksotis.
Burung ini hidup di kawasan pegunungan Eropa, Asia, hingga Afrika.
Dengan bentang sayap yang bisa mencapai hampir tiga meter, Bearded Vulture mampu melayang lama mengikuti arus udara di wilayah pegunungan terjal.
Dalam unggahan video akun Facebook Porco Project, diperlihatkan bagaimana burung ini beraktivitas di alam liar.
“Bearded Vulture adalah burung yang lebih suka memakan tulang daripada daging,” tulis Porco Project dalam keterangan videonya.
Berbeda dengan burung pemangsa lain yang memburu mangsa hidup, Hering berjanggut memilih sisa bangkai hewan besar.
Menariknya, sekitar 70 hingga 90 persen makanan Bearded Vulture terdiri dari tulang, termasuk bagian sumsum yang kaya nutrisi.
Tak hanya memakan potongan kecil, tulang yang ditelan bisa mencapai panjang hingga 20 sentimeter.
Hal itu dimungkinkan karena saluran pencernaan burung ini sangat elastis dan memiliki asam lambung yang sangat kuat.
Masih dari sumber yang sama, Porco Project menjelaskan bahwa tulang panjang yang ditelan akan dicerna sempurna.
“Tulang yang masuk ke tubuhnya akan habis dicerna dalam waktu sekitar 24 jam karena asam lambungnya sangat kuat,” tulis Porco Project.
Keunikan tersebut membuat Bearded Vulture memiliki peran penting dalam ekosistem, terutama dalam membantu membersihkan sisa bangkai di alam pegunungan.
Selain tampil eksotis, burung ini juga menjadi contoh bagaimana alam menghadirkan adaptasi luar biasa demi kelangsungan hidup.***
Komentar
Posting Komentar