Kemnaker Catat 10,7 Juta Pencari Kerja Tahunan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Jumlah Pencari Kerja di Indonesia Mencapai 10 Juta Orang Setiap Tahun
Setiap tahun, sekitar 10 juta orang di Indonesia mencari pekerjaan. Angka ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi pasar kerja negara ini. Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Surya Lukita Warman, menjelaskan bahwa jumlah pencari kerja ini berasal dari berbagai sumber, termasuk lulusan pendidikan SMA, SMK, dan universitas.
Surya menyampaikan bahwa setiap tahun sebanyak 3,5 juta lulusan dari berbagai tingkat pendidikan masuk ke pasar kerja. Selain itu, terdapat 7,2 juta penganggur yang juga membutuhkan kesempatan kerja. Dengan akumulasi keduanya, total jumlah orang yang membutuhkan pekerjaan mencapai lebih dari 10 juta jiwa.
Tantangan Besar dalam Penyediaan Pekerjaan
Menurut Surya, pertumbuhan tenaga kerja baru yang sangat besar menjadi tantangan utama bagi pasar kerja. Ia menegaskan bahwa setiap tahun, sekitar 10 juta orang harus diberi kesempatan kerja. Hal ini tidak hanya menjadi isu ekonomi, tetapi juga merupakan amanat konstitusi yang menjamin hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghasilan yang layak.
“Jika kita bayangkan, 3,5 juta orang masuk ke pasar kerja sebagai angkatan kerja baru, sedangkan 7,2 juta orang lainnya menganggur. Jika dijumlahkan, jumlah total pencari kerja mencapai 10,7 juta,” ujarnya.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Pencarian Kerja
Selain jumlah yang besar, Surya juga menyebutkan bahwa ada faktor-faktor lain yang turut memengaruhi proses pencarian kerja. Misalnya, banyak orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau mengundurkan diri dari pekerjaan. Namun, ia menekankan bahwa jumlah pencari kerja yang disebutkan tersebut tidak termasuk mereka yang mengalami PHK atau mengundurkan diri.
Masalah Kualitas Tenaga Kerja
Selain jumlah, Surya juga menyampaikan bahwa satu tantangan lain adalah ketidaksesuaian antara kualitas tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Banyak perusahaan mengeluhkan bahwa kualitas pencari kerja belum sesuai dengan permintaan pasar.
“Setiap kali kami mengundang perusahaan untuk berdiskusi, isu utamanya selalu tentang kualitas tenaga kerja yang kurang cocok dengan kebutuhan industri,” tambahnya.
Solusi yang Diperlukan
Untuk menghadapi tantangan ini, Surya menilai diperlukan upaya bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan serta pelatihan vokasi menjadi penting agar tenaga kerja bisa lebih siap menghadapi tantangan pasar kerja.
Selain itu, diperlukan juga sistem perekrutan yang lebih efisien dan transparan. Dengan demikian, semua pihak dapat saling mendukung dalam memenuhi kebutuhan akan pekerjaan yang layak bagi masyarakat.
Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kerja, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing secara nasional. Ini menjadi langkah penting untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda dan seluruh rakyat Indonesia.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar