Bearded vulture, hering berjanggut pemakan tulang yang unik di pegunungan dunia

Gambar
PR JATENG -  Di antara deretan burung pemangsa di dunia, Bearded Vulture atau Hering berjanggut menjadi salah satu yang paling unik. Burung besar ini justru dikenal lebih menyukai tulang dibandingkan daging segar, sebuah kebiasaan yang jarang dimiliki satwa lain. Penampakan Bearded Vulture kerap mencuri perhatian. Tubuh bagian atasnya didominasi warna gelap, sementara dada hingga kepala berwarna lebih terang. Ciri khas lainnya adalah jumbai bulu menyerupai janggut di bawah paruh, yang membuatnya tampak gagah sekaligus eksotis. Burung ini hidup di kawasan pegunungan Eropa, Asia, hingga Afrika. Dengan bentang sayap yang bisa mencapai hampir tiga meter, Bearded Vulture mampu melayang lama mengikuti arus udara di wilayah pegunungan terjal. Dalam unggahan video akun Facebook Porco Project, diperlihatkan bagaimana burung ini beraktivitas di alam liar. “Bearded Vulture adalah burung yang lebih suka memakan tulang daripada daging,” tulis Porco Project dalam keterangan videonya. Ber...

Mengapa Tubuh Menggigil Saat Berlatih Pilates?

Featured Image

Mengapa Tubuh Bergetar Saat Melakukan Pilates?

Pilates adalah salah satu bentuk latihan yang sangat populer karena manfaatnya dalam memperkuat otot inti, meningkatkan fleksibilitas, dan memperbaiki postur tubuh. Namun, banyak orang yang baru mulai mencoba Pilates sering mengalami kebingungan ketika tubuh mereka bergetar saat melakukan gerakan tertentu. Fenomena ini bisa menimbulkan rasa khawatir, terutama bagi pemula yang belum tahu penyebabnya.

Sebenarnya, getaran yang muncul selama latihan Pilates tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan. Ada beberapa faktor fisiologis dan mekanis yang bisa menyebabkan kondisi ini. Berikut penjelasannya:

1. Otot Aktif Maksimal pada Posisi Stabil

Saat melakukan Pilates, banyak gerakan yang membutuhkan otot untuk tetap aktif meskipun tubuh tidak bergerak jauh. Posisi-posisi ini memaksa otot bekerja terus-menerus untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas tubuh. Akibatnya, sinyal kontraksi otot meningkat, dan koordinasi antar otot menjadi lebih intens. Hal ini dapat menyebabkan kontraksi mikro yang terlihat sebagai getaran.

Otot-otot kecil seperti otot inti, paha bagian dalam, atau bahkan otot lengan saat menopang tubuh cenderung lebih cepat lelah. Bagi pemula, tubuh perlu waktu untuk beradaptasi agar otot terbiasa dengan kontraksi dalam durasi yang lebih panjang.

2. Sistem Saraf Mengirim Sinyal dengan Intensitas Tinggi

Setiap gerakan Pilates melibatkan koordinasi antara otak, sistem saraf, dan otot. Ketika otot belum terbiasa, sistem saraf akan mengirim sinyal secara cepat dan intens untuk menjaga keseimbangan tubuh. Proses ini bisa menyebabkan ketidaksinkronan kecil antar serabut otot, sehingga menghasilkan getaran.

Seiring latihan terus dilakukan, sistem saraf akan belajar mengatur ritme sinyal dengan lebih efisien. Adaptasi ini biasanya membuat getaran berkurang seiring meningkatnya kemampuan koordinasi dan kekuatan otot. Namun, pada tahap awal, intensitas sinyal saraf yang tinggi adalah hal yang wajar dan tidak berbahaya.

3. Energi Otot Mulai Menurun Setelah Kontraksi Berulang

Pilates membutuhkan kontraksi otot secara terus-menerus tanpa jeda panjang. Hal ini dapat menguras cadangan energi di dalam otot, seperti glikogen dan adenosin trifosfat (ATP). Saat energi menurun, kontraksi otot menjadi kurang stabil dan bisa menyebabkan getaran.

Kondisi ini bisa terjadi lebih cepat jika tubuh belum terbiasa dengan intensitas latihan. Oleh karena itu, pemanasan yang cukup, asupan nutrisi seimbang, serta istirahat yang memadai sangat penting untuk membantu memperlambat penurunan energi otot. Dengan latihan yang konsisten, otot akan lebih efisien dalam memanfaatkan energi, sehingga getaran bisa berkurang.

4. Perubahan Keseimbangan Tubuh Memicu Aktivitas Tambahan pada Otot

Banyak gerakan Pilates melibatkan transisi dari satu posisi ke posisi lain dengan kontrol penuh. Perubahan posisi yang lambat memaksa otot penyeimbang bekerja ekstra untuk menjaga postur. Jika otot-otot ini belum cukup kuat, kontraksi yang tidak seragam bisa menyebabkan getaran.

Gerakan yang melibatkan otot inti dan punggung bawah sering kali menjadi pemicu utamanya. Meskipun terasa melelahkan, latihan ini penting untuk membentuk stabilitas tubuh jangka panjang. Seiring waktu, peningkatan kekuatan otot penyeimbang akan membuat transisi posisi lebih halus tanpa banyak getaran.

5. Adaptasi Tubuh Terhadap Latihan Baru Membutuhkan Waktu

Tubuh memiliki mekanisme adaptasi yang memerlukan proses bertahap. Saat pertama kali mencoba Pilates, sistem otot dan saraf menghadapi beban kerja yang berbeda dari aktivitas sehari-hari. Reaksi alami terhadap beban baru ini adalah munculnya getaran karena otot dan saraf berusaha menyesuaikan diri.

Latihan yang konsisten akan membuat tubuh lebih terampil dalam mengontrol gerakan dan mengatur kekuatan. Dalam beberapa minggu, getaran biasanya berkurang seiring meningkatnya koordinasi, daya tahan, dan kekuatan otot. Penting untuk memberi tubuh waktu agar adaptasi berlangsung secara optimal tanpa memaksakan intensitas terlalu tinggi.

Getaran tubuh saat melakukan Pilates adalah respons alami yang terjadi karena kombinasi kerja otot, sistem saraf, dan proses adaptasi. Dengan latihan teratur, pemanasan yang tepat, serta pola istirahat dan nutrisi yang mendukung, getaran tersebut umumnya akan berkurang. Memahami proses ini membantu kamu tetap tenang dan fokus pada manfaat latihan tanpa khawatir berlebihan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025