PPP Sulsel Gagal Pilih Mardiono Sebagai Ketua Umum di Muktamar X?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

PPP Sulawesi Selatan Gagal Membawa Mardiono Jadi Ketua Umum
DPW PPP Sulawesi Selatan, yang merupakan singkatan dari Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan, sebelumnya memutuskan untuk mendukung Muhammad Mardiono sebagai calon ketua umum (Caketum) partai. Keputusan ini diambil melalui Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) bersama 24 DPC se-Sulsel. Namun, pada akhirnya Mardiono tidak terpilih sebagai ketua umum.
Partai berlambang Ka’bah ini resmi diketuai oleh Agus Suparmanto. Eks Menteri Perdagangan itu terpilih secara aklamasi dalam Muktamar X PPP yang digelar di Mercure Ancol, Jakarta, pada Minggu (28/9/2025) dini hari. Muktamar adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab dan memiliki arti pertemuan besar, kongres, atau konferensi. Secara umum, muktamar merujuk pada forum permusyawaratan tertinggi dalam sebuah organisasi, terutama yang berlandaskan Islam.
Ketua Bappilu PPP Sulsel, Yusran Sofyan, menjelaskan bahwa keputusan dukungan kepada Mardiono diambil melalui Muskerwil yang telah menyepakati pilihan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegagalan PPP lolos ke DPR RI pada Pemilu 2024 bukan semata tanggung jawab ketua umum. “Bagi kami, kegagalan PPP adalah kegagalan bersama dari banyak unsur. Bukan hanya terletak pada Pak Mardiono,” ujarnya.
Yusran juga menyebut adanya komitmen dari Mardiono untuk memberikan posisi strategis di DPP kepada kader dari Sulsel dan kawasan Indonesia Timur. Meski sempat mengusung nama Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, sebagai figur potensial, arah dukungan berubah dalam dua pekan terakhir.
Ketua DPW PPP Sulsel, Imam Fauzan, memastikan seluruh suara dari Sulsel solid ke satu nama. “Dari 24 kabupaten/kota ditambah 1 provinsi, total kami punya 40 suara. Dan saya jamin, 40 suara PPP Sulsel solid ke satu nama,” katanya. Ia menegaskan, target utama adalah mengembalikan PPP ke parlemen pada Pemilu 2029.
Beberapa nama disebut-sebut bakal bertarung di Muktamar X PPP. Tiga nama yang muncul adalah Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono, mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan mantan Dubes RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie. Juru Bicara PPP Usman M Tokan menyampaikan bahwa Mardiono didukung oleh 33 wilayah, sehingga memiliki peluang besar untuk menang.
Agus Suparmanto juga dinilai sebagai kandidat potensial. Ia mendapat dukungan dari mantan Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy atau Gus Rommy. Sementara itu, Husnan Bey Fananie disebut cukup intens mendeklarasikan diri untuk maju sebagai kandidat ketua umum. Bahkan, dia disebut sudah menyiapkan tim hukum untuk mengawal pelaksanaan muktamar.
Usman berharap dinamika menjelang muktamar tidak menimbulkan keributan di internal partai. Dia menegaskan, PPP sebagai partai Islam sebaiknya menjunjung musyawarah mufakat dalam memilih pemimpin baru. “Belum muktamar sudah ada keributan. Keributan ini terakhir dari internal kita sendiri,” kata dia.
Muktamar X PPP akan dihadiri sekitar 1.500 orang, lebih dari 1.200 di antaranya merupakan peserta dengan hak suara. Acara pembukaan akan digelar di Hotel Mercure. PPP juga berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto serta ketua umum partai politik lain untuk menghadiri penutupan muktamar.
Agus Suparmanto terpilih sebagai Ketua Umum PPP periode 2025-2030 secara aklamasi dalam Muktamar X. Sebelumnya berembus kabar bahwa Muhammad Mardiono lah yang terpilih secara aklamasi, namun kabar tersebut disebut sebagai klaim sepihak. Keputusan akhir jatuh pada Agus Suparmanto setelah proses pemilihan dilakukan secara musyawarah.
Qoyum Abdul Jabbar, pimpinan sidang paripurna Muktamar X, menanyakan kepada seluruh muktamirin apakah akan dilakukan aklamasi ketua umum PPP. Sejumlah pengurus DPW dan DPC yang hadir pun berteriak “aklamasi”. Akhirnya, Agus Suparmanto ditetapkan sebagai Ketua Umum PPP periode 2025-2030.
Ketua Umum terpilih Agus Suparmanto mengatakan, kemenangan dirinya bukan tujuan akhir. Ia bertekad untuk membawa PPP menuju ke Senayan pada Pemilu 2029.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar