Bearded vulture, hering berjanggut pemakan tulang yang unik di pegunungan dunia

Gambar
PR JATENG -  Di antara deretan burung pemangsa di dunia, Bearded Vulture atau Hering berjanggut menjadi salah satu yang paling unik. Burung besar ini justru dikenal lebih menyukai tulang dibandingkan daging segar, sebuah kebiasaan yang jarang dimiliki satwa lain. Penampakan Bearded Vulture kerap mencuri perhatian. Tubuh bagian atasnya didominasi warna gelap, sementara dada hingga kepala berwarna lebih terang. Ciri khas lainnya adalah jumbai bulu menyerupai janggut di bawah paruh, yang membuatnya tampak gagah sekaligus eksotis. Burung ini hidup di kawasan pegunungan Eropa, Asia, hingga Afrika. Dengan bentang sayap yang bisa mencapai hampir tiga meter, Bearded Vulture mampu melayang lama mengikuti arus udara di wilayah pegunungan terjal. Dalam unggahan video akun Facebook Porco Project, diperlihatkan bagaimana burung ini beraktivitas di alam liar. “Bearded Vulture adalah burung yang lebih suka memakan tulang daripada daging,” tulis Porco Project dalam keterangan videonya. Ber...

Banjir Semarang Masih Mengancam! Gubernur Jateng Ahmad Luthfi: Kami Berupaya Maksimal Atasi Genangan

Banjir Melanda Kota Semarang Akibat Guyuran Hujan dan Rob

Kota Semarang kembali menghadapi ancaman banjir akibat guyuran hujan deras dan rob yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Beberapa titik di wilayah ini, khususnya Jalan Kaligawe Raya yang menjadi jalur utama antara Semarang dan Surabaya, tergenang air dengan ketinggian yang cukup signifikan.

Hingga Sabtu pagi (24/10), genangan air masih belum surut. Berdasarkan data sementara dari BPBD Kota Semarang, setidaknya ada delapan titik jalan raya dan permukiman yang terendam banjir dengan ketinggian sekitar 90 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada lalu lintas, terutama di kawasan Jalan Pantura Kaligawe, di mana air mencapai setengah meter dan membuat truk-truk besar terjebak selama lebih dari 24 jam.

Respons Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk membantu warga yang terdampak banjir. Salah satunya adalah pendirian tiga dapur umum yang disiapkan untuk masyarakat. Selain itu, sebanyak delapan pompa air juga dikerahkan untuk membantu menurunkan tinggi air.

"Kemudian pompa juga sudah bekerja sama dengan Dinas Pusdataru. Untuk sudetan-sudetan akan kita lakukan besok Senin," ujar Luthfi saat kunjungan kerja di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat malam (24/10).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan jajaran OPD dan pemerintah kabupaten/kota yang terdampak banjir, khususnya di wilayah Demak dan Semarang. Menurut Luthfi, karena prakiraan cuaca tidak bisa sepenuhnya diprediksi, maka persiapan harus dilakukan secara maksimal.

"Provinsi dan kabupaten bekerja sama agar tidak terjadi luapan yang lebih fluktuatif pada masyarakat terdampak," tambahnya.

Bantuan Sosial dan Penanganan Darurat

Yang terpenting saat ini, Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang bersinergi untuk menyediakan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak, seperti dapur umum dan bantuan sosial. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan dukungan selama masa darurat.

"Kemudian pengurangan banjir yang kita lakukan terus, kita maksimalkan, ya kita doakan tidak terlalu fluktuatif ya cuaca di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Semarang, sehingga tidak menumpuk kembali (banjir)," pungkasnya.

Data Kecamatan Terdampak Banjir

Di sisi lain, berdasarkan informasi dari laman resmi bnpb.go.id, sebanyak 4.265 jiwa dari Kecamatan Genuk dan 33.915 jiwa dari Kecamatan Pedurungun terdampak banjir Semarang kali ini. Ada beberapa titik dengan genangan tinggi, seperti di Bangetayu Kulon dengan ketinggian air mencapai 20 - 50 cm. Di Banjardowo, Gebangsari, dan Genuksari, genangan rata-rata berkisar antara 15 - 60 cm.

Sementara di kawasan Jalan Pantura Kaligawe, air setinggi setengah meter membuat lalu lintas tersendat dan truk-truk besar terjebak hingga lebih dari 24 jam. Di depan RSI Sultan Agung, genangan bahkan mencapai 80 cm, yang menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Kesimpulan

Banjir yang melanda Kota Semarang menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat. Dengan adanya koordinasi yang baik antara pihak provinsi dan kota, serta bantuan dari berbagai lembaga, harapan besar diarahkan agar situasi dapat segera pulih dan tidak terulang kembali. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang bisa terjadi kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025