Bearded vulture, hering berjanggut pemakan tulang yang unik di pegunungan dunia

Gambar
PR JATENG -  Di antara deretan burung pemangsa di dunia, Bearded Vulture atau Hering berjanggut menjadi salah satu yang paling unik. Burung besar ini justru dikenal lebih menyukai tulang dibandingkan daging segar, sebuah kebiasaan yang jarang dimiliki satwa lain. Penampakan Bearded Vulture kerap mencuri perhatian. Tubuh bagian atasnya didominasi warna gelap, sementara dada hingga kepala berwarna lebih terang. Ciri khas lainnya adalah jumbai bulu menyerupai janggut di bawah paruh, yang membuatnya tampak gagah sekaligus eksotis. Burung ini hidup di kawasan pegunungan Eropa, Asia, hingga Afrika. Dengan bentang sayap yang bisa mencapai hampir tiga meter, Bearded Vulture mampu melayang lama mengikuti arus udara di wilayah pegunungan terjal. Dalam unggahan video akun Facebook Porco Project, diperlihatkan bagaimana burung ini beraktivitas di alam liar. “Bearded Vulture adalah burung yang lebih suka memakan tulang daripada daging,” tulis Porco Project dalam keterangan videonya. Ber...

French Open 2025: Alwi Farhan Kembali Kalah dari Kunlavut Vitidsarn

Alwi Farhan Tersingkir dari French Open 2025

Alwi Farhan, tunggal putra Indonesia, harus mengakui kekalahan dalam pertandingan perempat final French Open 2025. Ia kalah dari pemain Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dengan skor akhir 14-21, 21-16, dan 8-21. Pertandingan berlangsung di Glaz Arena, Cesson-Cevigne, Prancis, pada Jumat (24/10/2025).

Setelah pertandingan, Alwi menyampaikan pendapatnya mengenai laga tersebut. "Pertandingan yang cukup sulit dan ini menjadi pelajaran lagi yang bisa saya ambil," ujarnya. Meski kalah, ia tetap menjunjung tinggi lawannya.

Menurut catatan BWF, ini adalah kekalahan ketiga yang dialami Alwi dari Vitidsarn. Dua kekalahan sebelumnya terjadi di babak 32 besar China Open 2025 dan babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2025. Dari tiga kesempatan melawan Vitidsarn, Alwi selalu berhasil memaksakan laga berlanjut hingga gim ketiga.

Di China Open 2025 pada Juli lalu, Alwi kalah dengan skor 10-21, 21-15, dan 21-18. Sementara di Kejuaraan Dunia 2025 pada Agustus lalu, ia kalah dengan skor ketat 18-21, 21-18, dan 20-22.

Meskipun kalah, Alwi tetap menunjukkan semangat untuk terus berkembang. "Saya selalu bekerja keras untuk mendapatkan kemenangan tapi hari ini belum cukup jadi saya harus mempersiapkan diri lebih baik lagi," katanya.

Alwi saat ini menempati peringkat 23 dalam daftar BWF World Tour Finals 2025 dengan total poin 52.550. Meski demikian, ia tidak terlalu fokus pada hitung-hitungan untuk lolos ke BWF World Tour Finals. Menurutnya, yang lebih penting adalah meraih hasil yang lebih baik dalam sisa tahun ini.

"Saya tidak mau terlalu fokus dengan hitung-hitungan ke World Tour Finals, kalau misalnya lolos itu bonus tapi yang terpenting di sisa tahun ini saya ingin mendapatkan hasil yang lebih baik," ujar pemain berusia 20 tahun ini.

Kiprah Alwi Farhan di Turnamen Internasional

Alwi Farhan telah menunjukkan performa yang cukup stabil di berbagai turnamen internasional. Meski belum mampu meraih gelar juara, ia terus belajar dari setiap pertandingan yang dijalaninya.

Beberapa kali, ia bertemu dengan Kunlavut Vitidsarn, yang saat ini menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Setiap kali bertemu, Alwi selalu memberikan perlawanan sengit, bahkan sampai memaksa laga berlanjut hingga gim ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa ia memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi.

Dalam beberapa bulan terakhir, Alwi juga aktif berpartisipasi dalam berbagai turnamen. Dari China Open hingga Kejuaraan Dunia, ia terus mengumpulkan pengalaman. Pengalaman ini sangat berharga baginya, karena membantu meningkatkan kualitas permainannya.

Selain itu, Alwi juga menunjukkan sikap profesional dan rendah hati. Ia tidak mudah menyerah meskipun menghadapi lawan-lawan yang tangguh. Semangatnya ini menjadi contoh bagi para atlet muda lainnya.

Target dan Harapan di Masa Depan

Dalam wawancara setelah pertandingan, Alwi menyatakan bahwa ia tidak terlalu memikirkan tentang keberhasilan dalam mencapai BWF World Tour Finals. Yang lebih penting baginya adalah menunjukkan performa terbaik di setiap turnamen yang diikutinya.

"Yang terpenting di sisa tahun ini saya ingin mendapatkan hasil yang lebih baik," ujarnya. Dengan kata-kata ini, Alwi menunjukkan tekadnya untuk terus berkembang dan meningkatkan prestasinya di kancah internasional.

Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan persiapan yang matang, ia akan mampu mencapai target-target yang lebih tinggi. Selain itu, ia juga berharap bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia dalam olahraga bulu tangkis.

Dengan usia yang masih muda dan bakat yang terbukti, Alwi Farhan memiliki masa depan yang cerah. Ia hanya perlu terus belajar, berlatih, dan percaya pada kemampuannya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025