Rumah Mertua Insanul Fahmi di Medan Terendam Banjir, Wardatina Curhat Pilu Lihat Foto Pernikahan

Banjir yang terjadi di Medan, Sumatera Utara pada hari Kamis (21/11/2025) menimpa banyak warga. Salah satu korban banjir adalah Wardatina Mawa, yang mengungkapkan rasa pilu akibat musibah yang menimpanya.
Hujan deras yang terus-menerus mengguyur Kota Medan sejak Rabu (26/11/2025) malam hingga Kamis (27/11/2025) pagi menyebabkan meluapnya beberapa sungai. Akibatnya, ribuan rumah terendam air dan memaksa warga untuk mencari tempat aman di ketinggian.

Wardatina Mawa kini menjadi sorotan setelah melaporkan Inara Rusli ke polisi karena dugaan perselingkuhan dan perzinaan dengan suaminya, Insanul Fahmi. Ia bahkan membawa bukti rekaman CCTV untuk mendukung laporan tersebut.
Melalui akun media sosialnya, Wardatina Mawa berbagi pengalaman pribadinya di tengah skandal yang sedang ia hadapi. Di tengah masalah perselingkuhan suaminya, ia justru menghadapi bencana banjir yang membuat hidupnya semakin sulit.
Dari akun Instagram @wardatinamawa, terlihat bahwa istri dari Insanul Fahmi ini juga menjadi salah satu korban banjir. Ia menceritakan bagaimana rumah orang tuanya di Medan ikut terendam banjir.
" Kamis, 27 November 2025, Sumatera Utara berduka. Banjir, hujan tanpa henti, banyak rumah terendam, termasuk rumah orang tuaku sendiri di Medan ," tulis Wardatina dalam videonya.
Ia dan orang tuanya harus mengungsi ke lantai atas rumah mereka. Tempat itu kini menjadi tempat perlindungan dari banjir, namun juga menyimpan banyak kenangan.
" Kami mengungsi ke lantai atas. Tempat di mana banyak sekali kenangan tersimpan. Tempat yang dulu penuh tawa, kini penuh rasa campur aduk ," tambah Mawa.
Di tengah kekacauan yang terjadi, Mawa merasa kesulitan untuk fokus pada satu hal yang paling menyakitinya, yaitu foto pernikahannya. Diketahui bahwa foto pernikahan Mawa dan Insanul Fahmi masih dipajang oleh orang tuanya.
" Lalu ada satu hal yang paling menampar perasaan aku hari ini. Ternyata orang tuaku masih menyimpan foto pernikahanku dan suamiku di ruangan atas. Di saat semuanya sedang kacau, aku menengok ke arah dinding itu dan hatiku langsung jatuh ," curhatnya.
Foto tersebut masih menampilkan senyum bahagia dari dua orang yang dulu berjanji untuk bersama sehidup semati.
" Tulisan di foto itu masih sama: dua orang tersenyum, seolah masa depan mereka jelas dan bahagia selamanya ."
Banjir menjadi metafora bagi perasaan Mawa yang terasa remuk berkeping-keping. Namun, dari musibah ini, ia menemukan pelajaran spiritual yang ia yakini datang dari Tuhan.
" Seolah Allah ingin berkata: "Aku tahu semuanya, Nak. Aku tahu luka yang kau simpan. Aku tahu betapa kamu sudah berusaha ," ujar Mawa.
" Hari ini Allah ajarkan pelajaran lain: bahwa kenangan tidak perlu dihapus untuk kita bisa maju. Yang penting adalah bagaimana kita tetap melangkah meskipun hati remuk berkeping-keping ."
Foto pernikahan itu tetap utuh di tengah banjir, mungkin sebagai pengingat bahwa masa lalu adalah bagian tak terpisahkan dari dirinya, tetapi bukan penentu masa depan. Di samping curhatan pilunya, Mawa menyampaikan permohonan doa untuk masa depan yang kuat dan indah.
" Doain ya. Bukan untuk kembali ke masa itu. Tapi untuk hatiku tetap kuat, untuk langkahku tetap lurus, dan untuk masa depanku yang aku yakin, Allah sudah siapkan dengan sangat indah ."
Baru-baru ini, Wardatina Mawa melaporkan Inara Rusli atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan dengan suaminya, Insanul Fahmi. Di tengah kasus tersebut, Mawa curhat pilu karena mendadak terkena musibah banjir.
Komentar
Posting Komentar