Rumah Mertua Insanul Fahmi di Medan Terendam Banjir, Wardatina Curhat Pilu Lihat Foto Pernikahan

Gambar
Banjir yang terjadi di Medan, Sumatera Utara pada hari Kamis (21/11/2025) menimpa banyak warga. Salah satu korban banjir adalah Wardatina Mawa, yang mengungkapkan rasa pilu akibat musibah yang menimpanya. Hujan deras yang terus-menerus mengguyur Kota Medan sejak Rabu (26/11/2025) malam hingga Kamis (27/11/2025) pagi menyebabkan meluapnya beberapa sungai. Akibatnya, ribuan rumah terendam air dan memaksa warga untuk mencari tempat aman di ketinggian. Wardatina Mawa kini menjadi sorotan setelah melaporkan Inara Rusli ke polisi karena dugaan perselingkuhan dan perzinaan dengan suaminya, Insanul Fahmi. Ia bahkan membawa bukti rekaman CCTV untuk mendukung laporan tersebut. Melalui akun media sosialnya, Wardatina Mawa berbagi pengalaman pribadinya di tengah skandal yang sedang ia hadapi. Di tengah masalah perselingkuhan suaminya, ia justru menghadapi bencana banjir yang membuat hidupnya semakin sulit. Dari akun Instagram @wardatinamawa, terlihat bahwa istri dari Insanul Fahmi ini ju...

Alasan Insanul Fahmi Nikahi Inara Rusli: Bukan Hanya Istri, Tapi Materi Kehidupan

Alasan Insanul Fahmi Nikahi Inara Rusli: Bukan Hanya Istri, Tapi Materi Kehidupan

Insanul Fahmi dan Inara Rusli: Kehidupan yang Penuh Kontroversi

Insanul Fahmi, seorang pria muda berusia 26 tahun, mengungkapkan alasan di balik pernikahannya dengan Inara Rusli secara siri. Dalam sebuah podcast yang tayang di YouTube Dokter Richard Lee pada 26 November 2025, Insan mengakui bahwa ia telah menikahi Inara secara agama pada Agustus 2025. Ia juga menunjukkan bukti-bukti pernikahan tersebut, yang membuat Dokter Richard Lee tercengang.

Namun, kejadian ini memicu kontroversi karena Insan sudah memiliki istri pertama, yaitu Wardatina Mawa, dan mereka telah memiliki anak. Menurut pengakuan Insan, ia telah melakukan talak cerai terhadap Wardatina Mawa sebelum menikahi Inara. "Waktu itu aku bilangnya sudah talak dan cerai, talak dia. Karena waktu itu memang, aku ngucapin talak, dan tanya ke ustadz, itu uda talak," kata Insan.

Ia menjelaskan bahwa awalnya ia tidak berniat menikahi Inara, tetapi hubungan tersebut terjadi karena beberapa alasan. Saat itu, Insan dalam kondisi tertekan akibat bisnisnya. Ia bertemu dengan Inara dan merasa tertarik dengan sifat kelembutannya. "Kayak kelembutan, bukan menggoda, cara ngomong, intonasi, pemilihan kata," ujarnya.

Selain itu, Insan mengaku bahwa Inara memiliki nilai agama yang baik dan menjadi wife material yang baik. Kedekatan antara Insan dan Inara mulai intens setelah keduanya terlibat dalam bisnis bersama pada pertengahan 2025. Insan sering melakukan meeting di rumah Inara karena Inara sedang menjaga anaknya.

Pada suatu kesempatan, Insan mencoba mempertemukan Inara dengan Wardatina Mawa. Namun, hal ini justru memicu perselisihan. Inara Rusli menjadi sorotan setelah Wardatina Mawa melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Laporan ini berkaitan dengan dugaan hubungan terlarang antara Inara dan Insanul Fahmi, suami Wardatina.

Wardatina mengklaim memiliki bukti kuat untuk mendukung laporannya. "Bukti-bukti sudah saya kasih tahu ke penyidik. Buktinya ada CCTV terkait hubungan mereka," ujarnya, dikutip dari Bangka Pos. Ia juga menyebut bahwa ia sudah menghubungi pihak Inara.

Sebagai informasi, Insan dan Inara berkenalan pada Juli 2025. Hanya sebulan berselang, pada Agustus 2025, keduanya diduga melakukan hubungan layaknya suami istri. Kemudian pada Oktober 2025, Insan disebut meminta izin kepada Mawa untuk berpoligami dengan Inara.

Hingga kini, pihak Inara Rusli belum memberikan pernyataan langsung menanggapi klaim tersebut. Kasus ini masih bergulir di kepolisian dengan Pasal 284 KUHP sebagai dasar laporan.

Perkembangan Terbaru dalam Kasus Ini

Kasus ini menimbulkan banyak spekulasi dan perdebatan di kalangan publik. Beberapa pihak menilai bahwa Insanul Fahmi telah melanggar hukum dengan menikahi dua wanita secara bersamaan. Sementara itu, pihak Inara Rusli masih diam seribu bahasa, meskipun banyak pihak menantikan pernyataan resmi dari mereka.

Pihak kepolisian juga sedang menyelidiki laporan yang diberikan oleh Wardatina Mawa. Mereka mencari bukti-bukti yang dapat mendukung klaim tersebut. Selain CCTV, pihak kepolisian juga akan memeriksa saksi-saksi yang terlibat dalam kasus ini.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi semua pihak untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Semua fakta harus dipertimbangkan dengan cermat sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama