Bearded vulture, hering berjanggut pemakan tulang yang unik di pegunungan dunia

Gambar
PR JATENG -  Di antara deretan burung pemangsa di dunia, Bearded Vulture atau Hering berjanggut menjadi salah satu yang paling unik. Burung besar ini justru dikenal lebih menyukai tulang dibandingkan daging segar, sebuah kebiasaan yang jarang dimiliki satwa lain. Penampakan Bearded Vulture kerap mencuri perhatian. Tubuh bagian atasnya didominasi warna gelap, sementara dada hingga kepala berwarna lebih terang. Ciri khas lainnya adalah jumbai bulu menyerupai janggut di bawah paruh, yang membuatnya tampak gagah sekaligus eksotis. Burung ini hidup di kawasan pegunungan Eropa, Asia, hingga Afrika. Dengan bentang sayap yang bisa mencapai hampir tiga meter, Bearded Vulture mampu melayang lama mengikuti arus udara di wilayah pegunungan terjal. Dalam unggahan video akun Facebook Porco Project, diperlihatkan bagaimana burung ini beraktivitas di alam liar. “Bearded Vulture adalah burung yang lebih suka memakan tulang daripada daging,” tulis Porco Project dalam keterangan videonya. Ber...

Alasan Insanul Fahmi Nikahi Inara Rusli: Bukan Hanya Istri, Tapi Materi Kehidupan

Alasan Insanul Fahmi Nikahi Inara Rusli: Bukan Hanya Istri, Tapi Materi Kehidupan

Insanul Fahmi dan Inara Rusli: Kehidupan yang Penuh Kontroversi

Insanul Fahmi, seorang pria muda berusia 26 tahun, mengungkapkan alasan di balik pernikahannya dengan Inara Rusli secara siri. Dalam sebuah podcast yang tayang di YouTube Dokter Richard Lee pada 26 November 2025, Insan mengakui bahwa ia telah menikahi Inara secara agama pada Agustus 2025. Ia juga menunjukkan bukti-bukti pernikahan tersebut, yang membuat Dokter Richard Lee tercengang.

Namun, kejadian ini memicu kontroversi karena Insan sudah memiliki istri pertama, yaitu Wardatina Mawa, dan mereka telah memiliki anak. Menurut pengakuan Insan, ia telah melakukan talak cerai terhadap Wardatina Mawa sebelum menikahi Inara. "Waktu itu aku bilangnya sudah talak dan cerai, talak dia. Karena waktu itu memang, aku ngucapin talak, dan tanya ke ustadz, itu uda talak," kata Insan.

Ia menjelaskan bahwa awalnya ia tidak berniat menikahi Inara, tetapi hubungan tersebut terjadi karena beberapa alasan. Saat itu, Insan dalam kondisi tertekan akibat bisnisnya. Ia bertemu dengan Inara dan merasa tertarik dengan sifat kelembutannya. "Kayak kelembutan, bukan menggoda, cara ngomong, intonasi, pemilihan kata," ujarnya.

Selain itu, Insan mengaku bahwa Inara memiliki nilai agama yang baik dan menjadi wife material yang baik. Kedekatan antara Insan dan Inara mulai intens setelah keduanya terlibat dalam bisnis bersama pada pertengahan 2025. Insan sering melakukan meeting di rumah Inara karena Inara sedang menjaga anaknya.

Pada suatu kesempatan, Insan mencoba mempertemukan Inara dengan Wardatina Mawa. Namun, hal ini justru memicu perselisihan. Inara Rusli menjadi sorotan setelah Wardatina Mawa melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Laporan ini berkaitan dengan dugaan hubungan terlarang antara Inara dan Insanul Fahmi, suami Wardatina.

Wardatina mengklaim memiliki bukti kuat untuk mendukung laporannya. "Bukti-bukti sudah saya kasih tahu ke penyidik. Buktinya ada CCTV terkait hubungan mereka," ujarnya, dikutip dari Bangka Pos. Ia juga menyebut bahwa ia sudah menghubungi pihak Inara.

Sebagai informasi, Insan dan Inara berkenalan pada Juli 2025. Hanya sebulan berselang, pada Agustus 2025, keduanya diduga melakukan hubungan layaknya suami istri. Kemudian pada Oktober 2025, Insan disebut meminta izin kepada Mawa untuk berpoligami dengan Inara.

Hingga kini, pihak Inara Rusli belum memberikan pernyataan langsung menanggapi klaim tersebut. Kasus ini masih bergulir di kepolisian dengan Pasal 284 KUHP sebagai dasar laporan.

Perkembangan Terbaru dalam Kasus Ini

Kasus ini menimbulkan banyak spekulasi dan perdebatan di kalangan publik. Beberapa pihak menilai bahwa Insanul Fahmi telah melanggar hukum dengan menikahi dua wanita secara bersamaan. Sementara itu, pihak Inara Rusli masih diam seribu bahasa, meskipun banyak pihak menantikan pernyataan resmi dari mereka.

Pihak kepolisian juga sedang menyelidiki laporan yang diberikan oleh Wardatina Mawa. Mereka mencari bukti-bukti yang dapat mendukung klaim tersebut. Selain CCTV, pihak kepolisian juga akan memeriksa saksi-saksi yang terlibat dalam kasus ini.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi semua pihak untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Semua fakta harus dipertimbangkan dengan cermat sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025