Bearded vulture, hering berjanggut pemakan tulang yang unik di pegunungan dunia

Gambar
PR JATENG -  Di antara deretan burung pemangsa di dunia, Bearded Vulture atau Hering berjanggut menjadi salah satu yang paling unik. Burung besar ini justru dikenal lebih menyukai tulang dibandingkan daging segar, sebuah kebiasaan yang jarang dimiliki satwa lain. Penampakan Bearded Vulture kerap mencuri perhatian. Tubuh bagian atasnya didominasi warna gelap, sementara dada hingga kepala berwarna lebih terang. Ciri khas lainnya adalah jumbai bulu menyerupai janggut di bawah paruh, yang membuatnya tampak gagah sekaligus eksotis. Burung ini hidup di kawasan pegunungan Eropa, Asia, hingga Afrika. Dengan bentang sayap yang bisa mencapai hampir tiga meter, Bearded Vulture mampu melayang lama mengikuti arus udara di wilayah pegunungan terjal. Dalam unggahan video akun Facebook Porco Project, diperlihatkan bagaimana burung ini beraktivitas di alam liar. “Bearded Vulture adalah burung yang lebih suka memakan tulang daripada daging,” tulis Porco Project dalam keterangan videonya. Ber...

Musim Pancaroba, Warga DKI Diimbau Waspadai ISPA

Musim Pancaroba, Warga DKI Diimbau Waspadai ISPA

Peringatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta terhadap Penyakit ISPA di Musim Pancaroba

Musim pancaroba sering kali menjadi momen yang penuh tantangan bagi kesehatan masyarakat, terutama dalam hal penyebaran penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dinas Kesehatan DKI Jakarta memberikan peringatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit ini.

Menurut Ani Ruspitawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, perubahan suhu yang tidak menentu, dari cuaca panas hingga hujan deras, menciptakan kondisi yang ideal bagi virus dan bakteri untuk berkembang. Hal ini membuat mereka lebih mudah masuk ke saluran pernapasan manusia.

Selain itu, kondisi udara yang kering dan fluktuasi suhu ekstrem dapat memicu penurunan daya tahan tubuh. Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit seperti batuk, pilek, demam, hingga rasa lemas.

“Musim pancaroba menyebabkan virus seperti influenza, adenovirus, hingga bakteri penyebab pneumonia lebih mudah menular,” ujarnya.

Faktor Risiko yang Harus Diperhatikan

Selain faktor cuaca, risiko ISPA juga meningkat akibat beberapa faktor lainnya. Polusi udara, ventilasi yang buruk, paparan asap rokok, serta rendahnya daya tahan tubuh adalah beberapa hal yang bisa memperparah kondisi kesehatan masyarakat.

Ani menegaskan bahwa menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah pencegahan yang efektif. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Menggunakan masker saat berada di luar ruangan, terutama di tempat ramai atau saat cuaca tidak menentu.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin, terutama sebelum makan atau setelah beraktivitas di luar rumah.
  • Menghindari paparan asap rokok baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Menjaga pola makan yang bergizi seimbang untuk mendukung daya tahan tubuh.
  • Memenuhi kebutuhan cairan minimal delapan gelas air putih per hari.
  • Memastikan istirahat yang cukup agar tubuh tetap sehat dan bugar.

“Mencegah ISPA jauh lebih baik daripada mengobati. Mulailah menjaga imunitas tubuh dari sekarang,” pesannya.

Pentingnya Kepekaan terhadap Gejala ISPA

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap gejala awal ISPA. Jika seseorang mengalami batuk, pilek, atau demam yang berkepanjangan, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Kami terus mengingatkan warga agar tetap waspada dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama di masa peralihan musim seperti saat ini,” tambahnya.

Langkah-Langkah Pencegahan yang Efektif

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat antara lain:

  • Selalu membawa masker saat bepergian, terutama jika sedang dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.
  • Meningkatkan kebersihan diri dengan mencuci tangan secara rutin.
  • Menghindari tempat-tempat yang memiliki ventilasi buruk atau banyak orang.
  • Membiasakan diri untuk minum air putih secukupnya dan mengonsumsi makanan bergizi.
  • Tidur cukup dan hindari stres berlebihan.

Dengan melakukan langkah-langkah sederhana tersebut, masyarakat dapat melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya dari risiko penyebaran ISPA. Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus berupaya memberikan informasi dan edukasi agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan selama musim pancaroba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025