Rumah Mertua Insanul Fahmi di Medan Terendam Banjir, Wardatina Curhat Pilu Lihat Foto Pernikahan

Gambar
Banjir yang terjadi di Medan, Sumatera Utara pada hari Kamis (21/11/2025) menimpa banyak warga. Salah satu korban banjir adalah Wardatina Mawa, yang mengungkapkan rasa pilu akibat musibah yang menimpanya. Hujan deras yang terus-menerus mengguyur Kota Medan sejak Rabu (26/11/2025) malam hingga Kamis (27/11/2025) pagi menyebabkan meluapnya beberapa sungai. Akibatnya, ribuan rumah terendam air dan memaksa warga untuk mencari tempat aman di ketinggian. Wardatina Mawa kini menjadi sorotan setelah melaporkan Inara Rusli ke polisi karena dugaan perselingkuhan dan perzinaan dengan suaminya, Insanul Fahmi. Ia bahkan membawa bukti rekaman CCTV untuk mendukung laporan tersebut. Melalui akun media sosialnya, Wardatina Mawa berbagi pengalaman pribadinya di tengah skandal yang sedang ia hadapi. Di tengah masalah perselingkuhan suaminya, ia justru menghadapi bencana banjir yang membuat hidupnya semakin sulit. Dari akun Instagram @wardatinamawa, terlihat bahwa istri dari Insanul Fahmi ini ju...

Peran Orang Tua dalam Mendukung Prestasi Anak Secara Holistik

Peran Orang Tua dalam Mendukung Prestasi Anak Secara Holistik

Pentingnya Keterlibatan Orang Tua dalam Kurikulum Sekolah

Pendidikan yang efektif tidak pernah terjadi dalam ruang hampa. Meskipun sekolah merupakan pusat pembelajaran formal, lingkungan rumah dan peran orang tua menjadi faktor penentu yang mendefinisikan seberapa jauh potensi akademik, emosional, dan sosial anak dapat berkembang. Ketika sekolah dan rumah bersinergi, dengan keterlibatan orang tua dalam kurikulum sekolah, terciptalah ekosistem dukungan yang kuat yang vital untuk mendukung prestasi anak secara holistik.

Keterlibatan orang tua lebih dari sekadar menghadiri rapat wali murid atau membantu pekerjaan rumah. Ini adalah kemitraan aktif di mana orang tua memahami tujuan pembelajaran sekolah dan menjadi rekan pengajar (co-educator) yang memperkuat nilai-nilai dan materi pelajaran di lingkungan rumah yang akrab. Penelitian secara konsisten menunjukkan korelasi langsung antara tingkat keterlibatan orang tua dan keberhasilan akademik serta psikologis anak.

Ketika orang tua memahami kurikulum, mereka dapat menggunakan bahasa, metode, dan ekspektasi yang sama dengan yang digunakan guru di sekolah. Konsistensi ini mengurangi kebingungan pada anak. Anak menerima pesan yang jelas bahwa apa yang dipelajari di sekolah juga penting dan dihargai di rumah, yang memperkuat motivasi intrinsik mereka.

Anak-anak yang orang tuanya terlibat cenderung memiliki nilai yang lebih tinggi, tingkat kehadiran yang lebih baik, dan penyelesaian tugas sekolah yang lebih konsisten. Mekanisme keterlibatan orang tua memungkinkan identifikasi dini terhadap kesulitan belajar. Orang tua dapat menyediakan dukungan tambahan di area yang spesifik sebelum masalah tersebut membesar. Anak merasa lebih aman dan berharga ketika mereka melihat orang tua mereka dan guru mereka bekerja sebagai satu tim.

Dampak Holistik: Sinergi ini meningkatkan rasa percaya diri (self-esteem) anak, mengurangi stres terkait sekolah, dan meningkatkan pandangan positif mereka terhadap pendidikan. Keterlibatan yang efektif tidak harus rumit atau memakan waktu, asalkan terfokus dan relevan dengan kurikulum.

Langkah-Langkah Mendalami Kurikulum

Orang tua perlu meluangkan waktu untuk meninjau materi kurikulum yang dibagikan oleh sekolah (misalnya, silabus, panduan proyek). Jika sekolah berfokus pada Growth Mindset atau metode inquiry-based learning, orang tua harus mencoba menerapkan prinsip yang sama di rumah.

Komunikasi Rutin dengan Guru: Lakukan komunikasi teratur yang fokus pada kemajuan anak dan strategi pembelajaran, bukan hanya masalah perilaku atau nilai. Tanyakan: "Apa yang bisa saya lakukan di rumah minggu ini untuk mendukung topik yang sedang dipelajari di kelas?"

Membuat kurikulum menjadi hidup dan relevan adalah kunci untuk pembelajaran yang mendalam. Berikut beberapa contoh:

  • Matematika: Saat berbelanja, ajak anak menghitung diskon atau membandingkan harga per unit. Ini memberikan pengalaman belajar seumur hidup.
  • Sains: Kunjungi museum, kebun raya, atau lakukan eksperimen sederhana (misalnya, membuat gunung berapi dari cuka dan soda kue) yang terkait dengan topik yang sedang dipelajari di kelas.
  • Bahasa: Dorong anak untuk menulis surat, daftar belanjaan, atau jurnal harian sebagai praktik menulis yang otentik.
  • Relawan/Narasumber: Tawarkan keahlian atau profesi Anda sebagai narasumber dalam kegiatan tematik di kelas anak (misalnya, jika Anda seorang engineer, jelaskan peran Anda dalam proyek sains).
  • Mendukung Proyek: Bantu anak merencanakan dan mengelola proyek sekolah, tetapi hindari melakukan proyek tersebut untuk mereka. Fokus pada manajemen waktu dan sumber daya.

Peran Sekolah dalam Mendorong Sinergi

Sinergi yang sukses menuntut sekolah untuk memfasilitasi dan menghargai peran orang tua. Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh sekolah antara lain:

  • Pelatihan Literasi Sekolah: Sekolah dapat menyelenggarakan lokakarya untuk orang tua tentang cara membaca efektif atau cara mengajarkan konsep matematika baru di rumah.
  • Aksesibilitas Informasi: Memastikan semua materi kurikulum, jadwal, dan ekspektasi tersedia dalam format yang mudah diakses (misalnya, platform daring).

Keterlibatan Orang Tua dalam Kurikulum Sekolah adalah investasi yang paling transformatif dalam pendidikan anak. Ketika Sekolah dan Rumah Bersinergi, mereka menciptakan lingkungan belajar 24/7 yang penuh dukungan dan konsistensi. Sinergi ini mengajarkan anak bahwa pendidikan adalah perjalanan hidup, bukan hanya tugas sekolah. Dampaknya meluas melampaui Nilai Rapor—membangun anak-anak yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, resiliensi, dan keterampilan sosial yang diperlukan untuk Sukses Secara Holistik di masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama