Rumah Mertua Insanul Fahmi di Medan Terendam Banjir, Wardatina Curhat Pilu Lihat Foto Pernikahan

Gambar
Banjir yang terjadi di Medan, Sumatera Utara pada hari Kamis (21/11/2025) menimpa banyak warga. Salah satu korban banjir adalah Wardatina Mawa, yang mengungkapkan rasa pilu akibat musibah yang menimpanya. Hujan deras yang terus-menerus mengguyur Kota Medan sejak Rabu (26/11/2025) malam hingga Kamis (27/11/2025) pagi menyebabkan meluapnya beberapa sungai. Akibatnya, ribuan rumah terendam air dan memaksa warga untuk mencari tempat aman di ketinggian. Wardatina Mawa kini menjadi sorotan setelah melaporkan Inara Rusli ke polisi karena dugaan perselingkuhan dan perzinaan dengan suaminya, Insanul Fahmi. Ia bahkan membawa bukti rekaman CCTV untuk mendukung laporan tersebut. Melalui akun media sosialnya, Wardatina Mawa berbagi pengalaman pribadinya di tengah skandal yang sedang ia hadapi. Di tengah masalah perselingkuhan suaminya, ia justru menghadapi bencana banjir yang membuat hidupnya semakin sulit. Dari akun Instagram @wardatinamawa, terlihat bahwa istri dari Insanul Fahmi ini ju...

Peran TPK yang Membuat Stunting Turun, Ini Fakta Pentingnya!

Peran Penting Tim Pendamping Keluarga dalam Penurunan Stunting

Upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia kini menjadi agenda strategis nasional yang melibatkan banyak sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial hingga pemerintahan desa. Program ini membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak agar intervensi yang dilakukan mampu menjangkau sasaran secara langsung dan berkelanjutan. Salah satu unsur penting dalam struktur pelaksanaannya adalah Tim Pendamping Keluarga (TPK), yang memiliki peran vital dalam menjalankan program penurunan stunting.

Keberadaan TPK sangat strategis karena intervensi penurunan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan formal, tetapi juga pada pendampingan rutin kepada keluarga sasaran. Stunting tidak semata-mata disebabkan oleh kekurangan gizi, melainkan dipengaruhi faktor perilaku, pemahaman keluarga, sanitasi, akses pangan, dan kualitas layanan pendukung. Oleh sebab itu, kehadiran TPK memastikan setiap keluarga memperoleh informasi, pendampingan, dan akses layanan yang dibutuhkan sesuai standar pelayanan minimal.

Tugas Utama TPK dalam Penurunan Stunting

Pendampingan Individu dan Keluarga

Pendampingan menjadi tugas inti TPK dalam pelaksanaan program penurunan stunting. Tahapan ini mencakup kunjungan rumah, interaksi langsung, serta pencatatan data perkembangan keluarga sasaran. Pendampingan dilakukan secara intensif agar kondisi kesehatan ibu dan anak dapat terpantau, termasuk status gizi, pola makan, hingga kesiapan reproduksi bagi calon pengantin.

Edukasi dan Konseling

TPK memastikan keluarga memperoleh informasi yang benar mengenai pola makan bergizi, konsumsi suplemen, pengasuhan anak, dan praktik kesehatan reproduksi. Edukasi dilakukan melalui konseling tatap muka, pertemuan kelompok, hingga penyuluhan terjadwal. Tujuannya adalah meningkatkan literasi kesehatan agar setiap keluarga mampu menerapkan perilaku hidup sehat.

Fasilitasi Akses Pelayanan Kesehatan

TPK juga berperan sebagai penghubung antara keluarga dan fasilitas kesehatan. Ketika ditemukan kondisi berisiko seperti kehamilan anemia atau balita dengan status gizi kurang, TPK melakukan rujukan ke puskesmas atau tenaga kesehatan sesuai kebutuhan. Proses ini memastikan penanganan berjalan cepat dan sesuai standar medis.

Fasilitasi Akses Bantuan Sosial

Untuk keluarga dengan keterbatasan ekonomi, TPK membantu memfasilitasi akses bantuan sosial seperti pangan bergizi, bantuan ibu hamil, dan program perlindungan sosial lainnya. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar keluarga sasaran.

Deteksi Dini dan Surveilans

Monitoring kesehatan dilakukan secara berkala untuk mengidentifikasi risiko sejak dini, baik pada ibu hamil, ibu menyusui, maupun anak. Proses surveilans ini membantu pemerintah desa dan TPPS dalam menentukan langkah intervensi berikutnya.

Peran TPK menjadi bagian integral dalam ekosistem penanggulangan stunting di desa. Dengan pendekatan yang terstruktur, tugas ini diharapkan mampu memperkuat kualitas kesehatan keluarga dan memastikan anak Indonesia tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama