Bearded vulture, hering berjanggut pemakan tulang yang unik di pegunungan dunia

Gambar
PR JATENG -  Di antara deretan burung pemangsa di dunia, Bearded Vulture atau Hering berjanggut menjadi salah satu yang paling unik. Burung besar ini justru dikenal lebih menyukai tulang dibandingkan daging segar, sebuah kebiasaan yang jarang dimiliki satwa lain. Penampakan Bearded Vulture kerap mencuri perhatian. Tubuh bagian atasnya didominasi warna gelap, sementara dada hingga kepala berwarna lebih terang. Ciri khas lainnya adalah jumbai bulu menyerupai janggut di bawah paruh, yang membuatnya tampak gagah sekaligus eksotis. Burung ini hidup di kawasan pegunungan Eropa, Asia, hingga Afrika. Dengan bentang sayap yang bisa mencapai hampir tiga meter, Bearded Vulture mampu melayang lama mengikuti arus udara di wilayah pegunungan terjal. Dalam unggahan video akun Facebook Porco Project, diperlihatkan bagaimana burung ini beraktivitas di alam liar. “Bearded Vulture adalah burung yang lebih suka memakan tulang daripada daging,” tulis Porco Project dalam keterangan videonya. Ber...

Kondisi kesehatan membaik, Raja Charles III kurangi jadwal pengobatan kanker

Kondisi kesehatan membaik, Raja Charles III kurangi jadwal pengobatan kanker

bundayuniblog.blogspot.com Raja Inggris Charles III menyampaikan kabar menggembirakan terkait kondisi kesehatannya. Sang raja mengungkapkan bahwa kesehatannya terus menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani rangkaian pengobatan kanker secara disiplin sesuai anjuran dokter.

Dalam pesan televisi yang disiarkan pada acara “Stand Up to Cancer” di Channel 4, Jumat malam waktu setempat, Raja Charles III menyatakan bahwa jadwal pengobatan kankernya akan mulai dikurangi memasuki tahun baru. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa proses pemulihannya berjalan sangat baik.

“Hari ini, saya dapat berbagi kabar baik dengan Anda bahwa, berkat diagnosis dini dan intervensi yang efektif, jadwal pengobatan kanker saya dapat dikurangi,” ujar Raja Charles III dalam pesan yang direkam akhir November lalu di London.

Melalui pernyataan resmi Istana Buckingham, pihak istana menegaskan bahwa Raja Charles merespons pengobatan dengan sangat positif. Proses pemulihan disebut telah memasuki tahap yang menggembirakan, meskipun istana tetap menjaga privasi terkait jenis kanker dan metode pengobatan yang dijalani.

Istana sebelumnya telah memastikan bahwa Raja Charles III tidak menderita kanker prostat, meskipun pada Januari 2024 ia sempat menjalani perawatan pembesaran prostat jinak. Diagnosis kanker baru diumumkan kepada publik pada bulan berikutnya.

Raja Charles III menilai kondisi kesehatannya saat ini sebagai berkah besar dalam hidupnya. Ia juga menyebut kemajuan dunia medis, khususnya dalam penanganan kanker, telah memberi harapan baru bagi banyak pasien di seluruh dunia.

Di tengah masa perawatan, Raja Charles tetap menjalankan tugas-tugas kenegaraan. Ia menegaskan bahwa tetap aktif dan memiliki tujuan hidup menjadi faktor penting dalam menjaga pola pikir positif selama proses penyembuhan.

“Tetap sibuk dengan tujuan hidup sangat membantu dalam membangun semangat dan pikiran positif, yang merupakan bagian penting dari perjalanan pemulihan,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui Istana Buckingham.

Selain berbagi kabar pribadinya, Raja Charles juga menyampaikan empati mendalam kepada para penderita kanker dan keluarga mereka. Ia mengirimkan doa serta harapan terbaik, seraya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker.

Pesan Raja Charles III tersebut mendapat perhatian luas publik Inggris dan internasional. Kabar pemulihan ini tidak hanya membawa harapan bagi Kerajaan Inggris, tetapi juga menjadi simbol optimisme bagi jutaan pasien kanker di seluruh dunia bahwa pemulihan tetap mungkin dengan diagnosis dini dan perawatan yang tepat.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025