Bearded vulture, hering berjanggut pemakan tulang yang unik di pegunungan dunia

Gambar
PR JATENG -  Di antara deretan burung pemangsa di dunia, Bearded Vulture atau Hering berjanggut menjadi salah satu yang paling unik. Burung besar ini justru dikenal lebih menyukai tulang dibandingkan daging segar, sebuah kebiasaan yang jarang dimiliki satwa lain. Penampakan Bearded Vulture kerap mencuri perhatian. Tubuh bagian atasnya didominasi warna gelap, sementara dada hingga kepala berwarna lebih terang. Ciri khas lainnya adalah jumbai bulu menyerupai janggut di bawah paruh, yang membuatnya tampak gagah sekaligus eksotis. Burung ini hidup di kawasan pegunungan Eropa, Asia, hingga Afrika. Dengan bentang sayap yang bisa mencapai hampir tiga meter, Bearded Vulture mampu melayang lama mengikuti arus udara di wilayah pegunungan terjal. Dalam unggahan video akun Facebook Porco Project, diperlihatkan bagaimana burung ini beraktivitas di alam liar. “Bearded Vulture adalah burung yang lebih suka memakan tulang daripada daging,” tulis Porco Project dalam keterangan videonya. Ber...

Profil singkat Hermanto Tanoko agama, istri anak, saudara, karier, dan kekayaan versi Forbes

Profil singkat Hermanto Tanoko agama, istri anak, saudara, karier, dan kekayaan versi Forbes

PORTAL PURWOKERTO - Hermanto Tanoko adalah pengusaha besar Indonesia yang dikenal sebagai CEO Tancorp Abadi Nusantara dan pemilik salah satu perusahaan cat terbesar di Indonesia, PT Avia Avian Tbk.

Nama Hermanto Tanoko semakin diperbincangkan setelah dinobatkan sebagai orang terkaya kedua di Indonesia versi Forbes, menyalip taipan batu bara Low Tuck Kwong, dilansir dari sejumlah sumber.

Hermanto lahir dari keluarga sederhana, bahkan disebut lahir di bekas kandang ayam berukuran 1,5 x 9 meter.

Pada masa itu, ayahnya menghadapi tekanan politik terhadap warga keturunan Tionghoa yang dilarang berdagang dan dianggap sebagai WNA.

Kondisi tersebut membuat keluarganya berpindah-pindah, bahkan sempat tidur di emperan toko dan vihara.

Ayahnya kemudian membuka toko cat, sementara ibunya membuka toko kelontong. Dari sinilah perjalanan keluarga Tanoko dimulai.

Hermanto adalah anak bungsu dari lima bersaudara, dan sejak kecil sudah dilatih berusaha.

Pada usia 5 tahun dia disuruh membeli barang dari uang angpao untuk dijual kembali. Ketika usia sudah menginjak 8 tahun: mulai menjaga toko ayahnya.

Enam tahun kemudian Hermanto Tanoko dipercaya untuk mengelola apotek kecil sehingga dia mampu membiayai pendidikannya sendiri. 

Pada 1978, Soetikno Tanoko merintis usaha produksi cat di Sidoarjo. Usaha kecil tersebut berkembang pesat hingga pada 1983 resmi berbadan hukum sebagai PT Avia Avian.

Setelah menyelesaikan pendidikan di STIE IBMT Surabaya, Hermanto Tanoko kemudian masuk ke bisnis keluarga dan mulai terlibat dalam pengelolaan perusahaan.

Ia bekerja bersama sang kakak, Wijono Tanoko, untuk memperluas skala dan kapasitas produksi Avian hingga menjadi salah satu merek cat terbesar di Indonesia.

Menikah

Hermanto Tanoko menikah dengan Sanderawati Joesoef. Pasangan ini dikaruniai empat anak, yang beberapa di antaranya kini ikut mengelola bisnis keluarga.

Ia dikenal sangat dekat dengan keluarga dan aktif dalam kegiatan filantropi, terutama melalui yayasan yang dikelolanya bersama Tancorp.

Sebelum berkembang besar seperti sekarang, Hermanto dan istrinya sempat menjual sayuran dan pakaian secara berkeliling untuk memenuhi kebutuhan. Ia kemudian bergabung dengan bisnis ayahnya Avian pada awal tahun 1980-an.

Tahun 1982, Hermanto dipercaya sebagai Managing Director of Operation.

Bersama saudaranya, ia mengembangkan perusahaan cat Avian dengan memperluas produk seperti:cat otomotif, top coats, primers, cat semprot (spray)

Pada tahun 1992, perusahaan mulai memproduksi kaleng metal sendiri, membuka jalan bagi pengembangan industri manufaktur yang lebih besar.

Di bawah naungan Tancorp Abadi Nusantara, Hermanto kini menjalankan ratusan unit bisnis dari berbagai sektor:

Cat dan kimia (Avian Brands), Properti (Grand Mansion, Tanrise Property), Makanan dan minuman, Ritel, Farmasi

Hospitality dan lifestyle.

Hermanto Tanoko juga dikenal sebagai inovator yang mendorong kualitas produk lokal mampu bersaing dengan brand global.

Kekayaan Hermanto Tanoko – Versi Forbes

Wijono Tanoko dan Hermanto Tanoko merupakan kakak beradik yang sama-sama sukses mengembangkan bisnis keluarga di bawah bendera Avian dan Tancorp.

Jika digabungkan, total kekayaan keduanya kini diperkirakan mencapai US$5,2 miliar atau sekitar Rp84 triliun.

Wijono Tanoko dan Hermanto Tanoko menjadikan mereka salah satu duo pengusaha paling kaya dan berpengaruh di Indonesia.

Kenaikan tajam kekayaannya dipengaruhi oleh:

Lonjakan nilai saham PT Avia Avian Tbk,

Diversifikasi bisnis Tancorp,

Ekspansi besar-besaran di sektor properti dan manufaktur.

Profil Hermanto Tanoko

Nama lengkap: Hermanto Tanoko

Nama panggilan: Hermanto

Tempat, tanggal lahir: Malang, 17 September 1962

Zodiak: Virgo

Agama: belum diketahui

Orang tua:

Ayah: Soetikno Tanoko

Ibu: Soeryani

Saudara: Anak bungsu dari lima bersaudara

Istri: Sanderawati Joesoef

Anak: 4 orang

Pendidikan: STIE IBMT School of Management, Surabaya

Pekerjaan: Pebisnis, CEO Tancorp

Akun Instagram: @htanoko

Tempat tinggal: Surabaya (domisili bisnis keluarga)

Agama Hermanto Tanoko

Itulah kesuksesan Hermanto menjadikannya salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025