Bearded vulture, hering berjanggut pemakan tulang yang unik di pegunungan dunia

Gambar
PR JATENG -  Di antara deretan burung pemangsa di dunia, Bearded Vulture atau Hering berjanggut menjadi salah satu yang paling unik. Burung besar ini justru dikenal lebih menyukai tulang dibandingkan daging segar, sebuah kebiasaan yang jarang dimiliki satwa lain. Penampakan Bearded Vulture kerap mencuri perhatian. Tubuh bagian atasnya didominasi warna gelap, sementara dada hingga kepala berwarna lebih terang. Ciri khas lainnya adalah jumbai bulu menyerupai janggut di bawah paruh, yang membuatnya tampak gagah sekaligus eksotis. Burung ini hidup di kawasan pegunungan Eropa, Asia, hingga Afrika. Dengan bentang sayap yang bisa mencapai hampir tiga meter, Bearded Vulture mampu melayang lama mengikuti arus udara di wilayah pegunungan terjal. Dalam unggahan video akun Facebook Porco Project, diperlihatkan bagaimana burung ini beraktivitas di alam liar. “Bearded Vulture adalah burung yang lebih suka memakan tulang daripada daging,” tulis Porco Project dalam keterangan videonya. Ber...

Teh hijau dan kesehatan, bukti ilmiah di balik khasiat tradisional

Teh hijau dan kesehatan, bukti ilmiah di balik khasiat tradisional

HARIAN BOGOR RAYA -Teh hijau (Camellia sinensis) sudah lama dikenal di berbagai budaya sebagai minuman sehat yang menenangkan. Namun di balik tradisi ribuan tahun itu, terdapat semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau secara rutin memiliki dampak positif bagi kesehatan  mulai dari metabolisme tubuh hingga risiko penyakit kronis.

Apa yang Membuat Teh Hijau Unik

Teh hijau kaya akan katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), sejenis polifenol dengan sifat antioksidan kuat. Antioksidan ini berperan dalam melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh dan memicu berbagai penyakit degeneratif. Kandungan ini pula yang menjadi fokus banyak penelitian kesehatan modern.

Manfaat Kardiometabolik, Jantung dan Gula Darah

Salah satu temuan yang paling konsisten dalam penelitian ilmiah adalah efek positif teh hijau terhadap profil metabolik dan faktor risiko penyakit jantung.

Sebuah meta-analisis studi klinis menemukan bahwa suplementasi ekstrak teh hijau signifikan menurunkan kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), tekanan darah diastolik, serta kadar gula darah puasa dan HbA1c indikator penting risiko diabetes sambil meningkatkan HDL (kolesterol baik). 

Penelitian besar lain yang melibatkan pasien diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau berkaitan dengan penurunan risiko keseluruhan kejadian penyakit kardiovaskular, penyakit jantung koroner, hingga stroke terutama jika dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak atau dalam jangka waktu lebih lama, dikutip dari beberapa sumber berikut manfaat teh hijau.

Potensi Perlindungan Saraf dan Penurunan Risiko Penyakit Kronis

Teh hijau juga dikaitkan dengan manfaat neuroprotektif. Beberapa studi observasional melaporkan bahwa konsumsi rutin minuman ini berkaitan dengan penurunan risiko gangguan kognitif seperti Alzheimer dan Parkinson, serta melambatnya proses penuaan otak  meskipun mekanisme pastinya masih terus dikaji.

Menjaga Berat Badan & Metabolisme

Katekin teh hijau berperan dalam peningkatan metabolisme lemak dan oksidasi lipid, yang secara teori membantu mengatur berat badan dan mengurangi akumulasi lemak tubuh. Studi klinis pada wanita yang mengalami overweight menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak teh hijau dapat berdampak pada reduksi kadar malondialdehid , penanda stres oksidatif , serta berpotensi membantu proses penurunan berat badan. 

Mekanisme Kerja, Lebih dari Sekadar Antioksidan

Para peneliti percaya bahwa manfaat kesehatan teh hijau tidak hanya berasal dari sifat antioksidannya. EGCG dan polifenol lainnya juga diyakini dapat:

Mengatur metabolisme glukosa dan lipid melalui aktivasi AMPK, enzim penting dalam regulasi energi seluler. 

Meningkatkan thermogenesis atau pembakaran kalori, serta memodulasi penyerapan lemak. 

E-Publikasi Pertanian

Meskipun bermanfaat, konsumsi teh hijau tidak bebas risiko bila dilakukan secara berlebihan. Kandungan kafein dan tanin bisa memicu gangguan pencernaan, serta berpotensi menghambat penyerapan mineral bila dikonsumsi secara tidak terkontrol. 

Oleh karena itu, pakar kesehatan menekankan pentingnya konsumsi seimbang dan memperhatikan kondisi metabolik serta sensitivitas individu terhadap kafein.

Bukankah semua orang tahu bahwa teh hijau sehat? Ternyata, bukti ilmiah kini mendukung klaim itu dengan data nyata dari pengelolaan lipid dan gula darah, dukungan fungsi jantung, hingga potensi manfaat bagi fungsi kognitif dan metabolisme tubuh.

Tetapi seperti semua hal dalam kesehatan, teh hijau bukan “obat ajaib”  melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang mencakup pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan manajemen stres. Dengan konsumsi yang bijak, secangkir teh hijau dapat menjadi sekutu sederhana namun kuat dalam menjaga vitalitas tubuh sepanjang hari.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025