Bearded vulture, hering berjanggut pemakan tulang yang unik di pegunungan dunia

Gambar
PR JATENG -  Di antara deretan burung pemangsa di dunia, Bearded Vulture atau Hering berjanggut menjadi salah satu yang paling unik. Burung besar ini justru dikenal lebih menyukai tulang dibandingkan daging segar, sebuah kebiasaan yang jarang dimiliki satwa lain. Penampakan Bearded Vulture kerap mencuri perhatian. Tubuh bagian atasnya didominasi warna gelap, sementara dada hingga kepala berwarna lebih terang. Ciri khas lainnya adalah jumbai bulu menyerupai janggut di bawah paruh, yang membuatnya tampak gagah sekaligus eksotis. Burung ini hidup di kawasan pegunungan Eropa, Asia, hingga Afrika. Dengan bentang sayap yang bisa mencapai hampir tiga meter, Bearded Vulture mampu melayang lama mengikuti arus udara di wilayah pegunungan terjal. Dalam unggahan video akun Facebook Porco Project, diperlihatkan bagaimana burung ini beraktivitas di alam liar. “Bearded Vulture adalah burung yang lebih suka memakan tulang daripada daging,” tulis Porco Project dalam keterangan videonya. Ber...

4 alasan kenapa jeruk mandarin selalu disajikan saat Imlek, benarkah bisa membawa hoki?

bundayuniblog.blogspot.comKenapa ya setiap Tahun Baru Imlek selalu ada jeruk mandarin? Ternyata kemunculan buah satu ini bukan tanpa sengaja, loh. Menurut kepercayaan Tionghoa, jeruk mandarin ternyata memiliki makna mendalam lebih dari sekadar pencuci mulut saja.

Perayaan Imlek 2026 atau Tahun Baru China akan segera tiba. Di Indonesia Imlek akan dirayakan pada 17 Februari 2026.

Sebagai negara dengan penduduk Tionghoa yang cukup banyak, perayaan Imlek di Indonesia digelar dengan meriah. Dekorasi serba merah dan makanan khas perayaan Tahun Baru China tak pernah ketinggalan menyemarakkan suasana.

Salah satu yang cukup sering dilihat jelang perayaan Imlek adalah jeruk mandarin. Ya, tiap kali Imlek tiba, jeruk mandarin hampir selalu hadir di rumah, meja tamu, hingga hampers Tahun Baru China.

Buah berwarna oranye cerah ini bukan sekadar pelengkap, tetapi memiliki makna mendalam dalam budaya Tionghoa. Lalu apa sih makna di balik jeruk mandarin saat Imlek?

Melansir Kompas.com dan Tribun Lampung, berikut adalah 4 alasan kenapa jeruk mandarin selalu disajikan saat Imlek.

1. Simbol Keberuntungan dan Kemakmuran

Dalam bahasa Mandarin dan Kanton, kata jeruk memiliki pelafalan yang mirip dengan kata keberuntungan dan emas. Jeruk berbunyi “ju” yang mirip dengan bunyi kata keberuntungan, yakni “ji”. Hal inilah yang membuat jeruk dipercaya sebagai simbol rezeki dan kemakmuran.

Memberikan atau menyajikan jeruk saat Imlek dianggap sebagai doa agar penerimanya mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun. Selain Imlek, jaruk mandarin juga disajikan untuk acara-acara besar, seperti upacara perkawinan sebagai harapan untuk mendapat hoki.

2. Warna Oranye Melambangkan Emas

Alasan lainnya adalah karena warna jeruk mandarin yang cerah menyerupai warna emas. Dalam budaya Tionghoa, emas melambangkan kekayaan, kemakmuran, dan kesuksesan. Karena itu, jeruk mandarin menjadi simbol visual harapan akan kehidupan yang makmur di tahun yang baru.

 

Hal ini sesuai dengan penjelasan dosen Sastra China Universitas Indonesia, Hermina Sutami.

"Bila dilihat dari sudut warna, jeruk melambangkan warna cerah yang dianggap untuk kehidupan yang akan cerah. Dan juga, jeruk terdiri dari bagian-bagian yang semua bagian tersebut akan menyatu membentuk satu kesatuan yang bundar," jelas Hermina dikutip bundayuniblog.blogspot.comdari Tribun Lampung.

3. Bentuk Bulat Lambang Keutuhan

Selain warnanya, bentuk jeruk mandarin yang bulat ternyata juga punya makna, yakni melambangkan keutuhan, keharmonisan, dan kebersamaan keluarga. Imlek sendiri merupakan momen penting untuk berkumpul bersama keluarga, sehingga menyajikan jeruk mandarin menjadi simbol harapan agar hubungan keluarga tetap utuh dan rukun.

"Bagi orang China, bundar atau bulat itu melambangkan kesempurnaan. Ingat, rumah makan mereka sebagian bermeja bundar, kue bulan berbentuk bulat," kata Hermina.

Selain jeruk, orang Tionghoa juga menggunakan pisang, delima, dan srikaya. Jadi, buah yang banyak bijinya dan bundar bentuknya menjadi primadona di kala Imlek.

4. Tradisi Memberi Jeruk sebagai Doa Baik

Dalam tradisi Imlek, tamu yang berkunjung sering membawa dua buah jeruk mandarin sebagai tanda hormat. Tuan rumah pun biasanya membalas dengan dua jeruk sebagai simbol saling mendoakan keberuntungan. Pertukaran jeruk ini mencerminkan nilai berbagi, saling menghormati, dan menyebarkan energi positif di awal tahun.

Nah, itulah tadi 4 alasan kenapa jeruk mandarin selalu disajikan saat Imlek. Kini buah manis ini menjadi makanan yang disukai masyarakat Indonesia di setiap momen. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025