Bearded vulture, hering berjanggut pemakan tulang yang unik di pegunungan dunia

Gambar
PR JATENG -  Di antara deretan burung pemangsa di dunia, Bearded Vulture atau Hering berjanggut menjadi salah satu yang paling unik. Burung besar ini justru dikenal lebih menyukai tulang dibandingkan daging segar, sebuah kebiasaan yang jarang dimiliki satwa lain. Penampakan Bearded Vulture kerap mencuri perhatian. Tubuh bagian atasnya didominasi warna gelap, sementara dada hingga kepala berwarna lebih terang. Ciri khas lainnya adalah jumbai bulu menyerupai janggut di bawah paruh, yang membuatnya tampak gagah sekaligus eksotis. Burung ini hidup di kawasan pegunungan Eropa, Asia, hingga Afrika. Dengan bentang sayap yang bisa mencapai hampir tiga meter, Bearded Vulture mampu melayang lama mengikuti arus udara di wilayah pegunungan terjal. Dalam unggahan video akun Facebook Porco Project, diperlihatkan bagaimana burung ini beraktivitas di alam liar. “Bearded Vulture adalah burung yang lebih suka memakan tulang daripada daging,” tulis Porco Project dalam keterangan videonya. Ber...

Mentan pastikan stok beras di Aceh tinggi

bundayuniblog.blogspot.com– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan berkelanjutan. Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan didukung oleh ketersediaan stok beras nasional yang kuat, termasuk di Provinsi Aceh yang saat ini memiliki cadangan beras tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
   
“Stok beras nasional kita saat ini sekitar 3,2 juta ton. Termasuk di Aceh, stoknya sangat kuat, bisa untuk 3 hingga 6 bulan ke depan. Tersedia, jadi saudaraku, sahabatku yang terdampak bencana, pangan tidak ada masalah di tiga provinsi. Bahkan seluruh Indonesia,” kata Amran saat Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana di Lhokseumawe, Aceh Utara, Kamis (15/1).
 
Amran menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga melakukan percepatan pemulihan sektor pertanian guna menjaga keberlanjutan produksi pangan.
 
Ia menyebut, khusus Aceh saat ini masih tersedia sekitar 70 ribu ton beras di gudang Bulog, seiring dengan kembali berjalannya proses penyerapan gabah petani.
     
“Alhamdulillah, Indonesia telah satu tahun mencapai swasembada pangan. Ini merupakan capaian strategis dan tercepat berkat gagasan besar Bapak Presiden. Pemerintah memastikan pangan aman, tersedia, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
 
Tercatat, total stok beras yang dikelola Perum Bulog di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 106,7 ribu ton. Dari jumlah tersebut, Provinsi Aceh memiliki stok terbesar, yakni 71,3 ribu ton; disusul Sumatera Utara 25,7 ribu ton; dan Sumatera Barat 9,7 ribu ton.
 
Secara nasional, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,35 juta ton, yang terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,23 juta ton dan stok komersial sekitar 128 ribu ton. Kondisi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat masyarakat.
 
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa Bulog siap menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan. Menurutnya, mulai tahun 2026 dan seterusnya, Bulog akan terus memperkuat perannya dalam menyerap hasil petani, menjaga cadangan pangan, serta menyalurkan beras secara optimal ke seluruh wilayah Indonesia.
   
Ke depan, ketahanan pangan nasional akan semakin diperkuat melalui peningkatan produksi, optimalisasi penyerapan hasil petani, serta dukungan penuh Bulog dalam distribusi pangan.
 
Pemerintah optimistis swasembada pangan nasional dapat terus dipertahankan sebagai pilar utama pemulihan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putusan Pengadilan Nomor 1707 K/PID.SUS/2016 tentang Kasus Farmasi YONGKY SALIM

Petani Suka Makmur Bentuk Koperasi Tani Jaya untuk Kemakmuran Bersama

Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan, Berangkat 17 Oktober 2025